6 Juli 2012 - 05:53

Dengan alasan syirik, kelompok Wahabi merusak berbagai tempat peribadatan di Mali.

Menurut Kantor Berita ABNA, Para pemberontak yang terdiri dari kaum Salafi Wahabi selasa (3/7) menyerang sebuah masjid antik Sayid Yahya di kota Tumbaktu. Sekelompok Wahabi yang menyebut diri mereka sebagai "Penolong Agama" berhasil mengkontrol belahan utara Mali. Mereka merusak berbagai bangunan religi bersejarah seperti masjid-masjid dan tempat-tempat ziarah yang kerap dikunjungi oleh Muslimin setempat. Beberapa saksi mata mengatakan: "Kami melihat segerombolan Wahabi menyerang Masjid Sayid Yahya dan mendobrak pintu-pintunya. Padahal tidak satu orang pun berhak untuk membuka pintu-pintu itu." Sejak empat bulan yang lalu para pemberontak Wahabi menguasai Mali Utara. Sejak waktu itu juga mereka mulai merusaki tempat-tempat peribadatan yang dimuliakan oleh Muslimin Mali karena alasan syirik. Wahabi adalah orang-orang yang menganggap ziarah kubur sebagai bid'ah dan bertentangan dengan ajaran Islam.